Di era globalisasi saat sekarang
ini banyak kabupaten kota berlomba-lomba membangun tata kelola pemerintahannya
ke arah e-goverment, hal ini didasar
Inpres 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembanga
e-Government, telah mengamanatkan, diantaranya kepada setiap Gubernur dan
Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan sesuai
dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya
pengembangan e-Government secara nasional
Dengan keberhasilan kota Bandung
dan Surabaya membangun konsep tata kelola yang transparan, mau tidak mau kota
besar lainnya juga turut mengikuti konsep tersebut termasuk kota Makasaar,
Tangerang. Namun yang perlu kita apresiasi adalah sebuah kabupetan kota yang
ada di Bali yaitu Jembrana.
Pemerintahan Kabupaten Jembrana
merupakan salah satu kabupaten yang ada di Indonesia yang mampu
menyelenggarakan otonomi daerah dengan menciptakan sistem birokrasi yang handal
dan menyediakan pelayanan publik yang terjangkau dan merata bagi masyarakat
lokal. Terdapat tiga program yang menjadi andalan / unggulan Kabupaten
Jembrana, yakni :
1.Peningkatan Kualitas
Pendidikan.
2.Peningkatan Derajat Kesehatan
Masyarakat.
3.Peningkatan Daya Beli
Masyarakat
Ketiga program unggulan
Pemerintah Kabupaten Jembrana di atas merupakan
bukti kongkrit keberhasilan kabupaten tersebut dalam melakukan
pengelolaan sistem birokrasi atau lebih
dikenal dengan reformasi birokrasi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam melakukan
reformasi birokrasi. Karena dilihat dari aspek pendapatan asli daerah (PAD), Kabupaten Jembrana termasuk dalam kategori
di bawah rata-rata dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Indonesia,
bahkan di Pulau Bali sekali pun. Misalnya, tahun 2005 Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) kabupaten ini hanya Rp 234,96 miliar. Padahal, untuk
kabupaten lain pada saat yang sama rata-rata jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) mencapai Rp 400 miliar. Begitu pun pada tahun 2006, kabupaten lain
rata-rata jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai Rp 600
miliar, karena disebabkan adanya kenaikan Anggaran Alokasi Umum (AAU), namun,
untuk Kabupaten Jembrana hanya mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) tak lebih dari Rp 353,3 miliar.
Namun dilihat dari konsep penerapannya, sudah wajar kota besar seperti Bandung dan Surabaya berhasil menerapkan konsep egoverment, akan tetapi kabupaten jembrana merupakan salah satu inspirasi bagi kabupaten kota lainnya untuk tidak selalu mengandalkan anggaran APBD dalam membangun konsep e-goverment. Saat membaca beberapa slide presentasi mengenai keberhasilan kabupaten jembrana merubah birokrasi pemerintahannya dengan konsep J.Net, saya tertarik dengan kalimat pimpinan daerahnya yang mengatakan bahwa Kabupaten Jembrana adalah kabupaten yang miskin tapi Sombong dan keyakinan pimpinan daerahnya bahwa IT dapat membantu kemanjuan daerahnya....
Pada artikel ini saya akan membagikan sebuah konsep penerapatan teknologi informasi di salah satu kabupaten kota yang identik dengan kota pariwisata. Pada saat presentasi ternyata bukan saya saja yang dipanggil untuk presentasi mengenai konsep penerapa e-Goverment di Kabupaten tersebut, bahkan yang diundang pada saat itu adalah perusahaan skala besar dan dibawah naungan pemerintah, yaitu perusahaan BUMN. Namun konsep yang mereka sampaikan lebih fokus ke teknologi Internet dan Infrastruktur jaringan. Memang dalam penerapannya infrastruktur jaringan salah satu komponen utama dan wajib ada, akan tetapi konsep penantaan kota seperti apa yang sesuai di kabupaten kota tersebut merupakan hal yang paling utama dan perlu keseriusan serta riset yang betul-betul sesuai.
Kesalahan dalam penetuan konsep pengembangan e-goverment 5 (lima) tahun kedepan akan mengakibatkab kegagalan dalam penerapan e-goverment, karena untuk membangun sebuah kota yang transparan dengan memanfaatkan teknologi informasi membutuhkan biaya yang cukup mahal.
Silahkan download artikel mengenai Konsep Pariwisata berbasis IT semoga bermanfaat..
0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.